Kebersamaan terakhir sebelum saya memutuskan untuk berpisah dengan 3 orang lainnya yang ada di foto itu. Dianggap adik juga nggak, dianggap kakak juga nggak dianggap temanpun juga nggak. Tapi aku dianggap ibu oleh mereka. Sebenarnya masih ada 2 orang lainnya yang harusnya ada di foto, yang satu izin pulang karena pacarnya kangen pengen ketemu dia dan yang satunya aku lupa pas lagi kemana. Dua tahun bareng mereka sama sekali nggak buat aku seneng, tapi buat aku bahagia. Walaupun dalam perjalanannya aku sering kesandung krikil dan batu untuk membersamai mereka, tapi tetep 'ending' kami indah kok. Aku nganggep mereka seperti 'anak' eh bukan bukan, adik -adikku sendiri. Mereka tau aku bukan seorang yang sempurna dan aku juga paham kalau mereka tak punya semua kelebihan. Diantara kami saling melengkapi, ketidaksempurnaanku itu dijadikan mereka sebagai penyeimbang atas kelebihan - kelebihan mereka. Sebaliknya, kemampuanku mereka jadikan sebagai pelengkap kekurangan - kekurangan yang mungkin ada pada mereka. Dulu, kami sering banget sholat berjama'ah. Hal yang paling membuatku haru yaitu beberapa kali mereka menungguku pulang untuk sholat berjama'ah. Aku yang lebih sering menjadi imam ketika kami sholat berjama'ah dan karena itulah aku mulai merasa terbebani tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Beban biasanya berat, tapi kali ini tidak karena masing - masing mereka enjoy dengan apa yang kusampaikan setelah sholat berjama'ah. Isinya ringan bahkan mungkin simpel dan nggak berbobot tapi sesuai dengan apa yang terpatri dalam jiwaku bahwa menang tak mesti membawa medali. Memberi manfaat tak berarti manfaat itu langsung dicerna atau dirasakan, tapi bisa saja berproses, setahun, dua tahun atau sampai tua nanti baru digunakan, entahlah. Tapi yang jelas, mereka sering menindaklanjuti apa yang kukatakan. Ada juga ngaji bareng, birthday party yang hemat, acara ngambek- ngambekan bahkan ada juga acara kurung - kurungan di kamar. Yang terakhir tadi terjadi jika dan hanya jika kami sibuk dengan tugas kami. Setahun ke depan, mungkin aku akan jarang bercanda tawa bareng mereka. Setahun ke depan dan bisa jadi selamanya. Kisah klasik anak kosan terkadang memang membosankan untuk menjadi bahan cerita. Yang harus dicatat adalah bahwa beberapa kisah membosankan akan kamu kenang sepanjang masa. Nurma di kamar 7, Agie di kamar 8, Kiki di kamar 9, Bea di kamar 10, Wika di kamar 11 dan Fa'i di kamar 13. Tempatnya sih memang aga suram menurutku, tapi karena orang - orangnya rajin memberi manfaat maka kesuraman itu berubah menjadi cahaya yang sinarnya menembus mega mendung di langit sana.
"Suatu hari nanti teman yang kamu rindukan akan datang dan memaksamau untuk mengingat apa saja yang pernah kau lakukan dengannya, dan diwaktu itulah kamu kembali ke masa lalumu untuk mengambil pelajaran dan bukan untuk mengulanginya lagi karena tak ada waktu yang akan terulang."
~Friends have a right to get your love~ ~~~~~~~~~~a.d.

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking