search

06 Mei 2014

Cinta tanpa Batas

"Selamat Witria, anda mendapatkan juara 1 dalam acara ......................dengan hadiah 500juta, jalan - jalan ke Turky dan asuransi pendidikan hingga S2", ucap seorang MC dengan suara yang menggema. 
"Subhanallah, Walhamdulillah........................................" bersujud dengan penuh syukur atas Allah SWT. $$$$$$$$$$$$$$$#############################@@@@@@@@@@@@@@%%%%
Sesaat ketika itu benar - benar terjadi maka hal pertama yang aku lakukan adalah menelepon ibu dan bapak, 
"Bu, sudah siap naik haji belum? Atau umroh?"
"Ada apa to nduuk, kamu ini telpon - telpon tanpa salam kok langsung tanya kyak gitu?"
"Assalamu'alaikum bunda, sudah siap berangkat haji atau umroh belum? tnyai bapak juga yah:)?" tanyaku lembut.
"Yaa kalau ada rezeki ya siap," jawab beliau singkat. Lalu ku tutup telepon, "Wassalamu'alaikum bunda, malam ini berdo'a sama Allah ya biar bisa berangkat haji atau umroh," balasku singkat. Lalu aku tutup telepon dan menghubungi beberapa teman yang kemungkinan bisa membantuku untuk menghubungkan dengan biro umroh dan haji. Tanpa berpikir panjang ketika sudah kutemukan cara bagaimana mendaftar umroh atau haji aku langsung menelepon atau langsung ke kantornya dan mendaftarkan ibu dan bapak untuk haji (++) atau umroh, jika uangnya masih sisa yaa aku sekalian, tapi yang penting adalah beliau berdua. 
Seneng yaa jika kalimat - kalimat yang kurangkai di atas menjadi kenyataan. Ibu dan bapak memang belum pernah menyampaikan padaku kalau beliau ingin pergi menunaikan ibadah Haji. Walaupun beliau tidak pernah menyampaikan tapi bukan berarti beliau berdua tidak ingin datang ke tanah Suci untuk menyempurnakan rukun Islam ke 5 atau menunaikan ibadah haji kecil di sana, beliau tidak mau menyampaikan keinginannya karena tidak ingin membuat anak terakhirnya ini bersedih. Benarkah? Iyaa benar .. .. Ketika beliau berdua menyaksikan kabar Haji tahun lalu, aku melihat kedua mata beliau tidak bisa menyembunyikan keinginan yang luar biasa untuk bisa datang ke Baitullah berada di sana, Masjidil Haram dengan segala keindahan dan kedahsyatan yang diizinkan Allah di sana. Allahuakbar .. .. Sebelum ibu dan bapak menyampaikan keingininan beliau pergi ke sana (suatu saat nanti mungkin), beberapa tahun lalu aku sudah memikirkannya dengan matang dalam coretan mimpi anak berusia 8tahunan.
"Witri kenapa mau jadi artis?"
"Artis banyak duitnya mbak, bisa buat berangkatin haji ibu dan bapak." Simpel dan nggak bertele - tele. Walaupun semakin dewasa semakin tau bahwa sumber rezeki bukan cuma dari artis, jika Allah meridhoi maka semua itu akan terjadi, karena rencana Nya lebih indah dari apa yang kubayangkan. Sekarang, akupun terkadang masih seperti usian 8an ketika itu, aku berpikir jadi artis adalah satu - satunya cara paling cepat untuk dapat uang sebanyak itu, sehingga aku bisa memberangkatkan ibu dan bapak untuk naik haji atau umroh. Bukan hanya itu, aku juga bisa meminta ibu untuk pensiun lebih dulu. "Bunda, bunda nggak usah kerja lagi yaa, nggak usah mikirin uang sangu adik, uang kuliah, uang bensin, listrik, air dan lain - lain. Nggak usah mikirin nyuci baju, nyetrika dan lain - lain. Yang bunda pikirkan tinggal satu hal, memperbanyak ibadah pada Allah, bahagia dalam naungan Allah. Nanti kalau bunda sama bapak mau pergi pengajian kemanapun InsyaAllah adek antar. Bunda kalau mau ke rumah Reyhan sama Raka tinggal bilang adek, nanti adek antar. Nanti kalau mau Umroh ngajak Pak Ibnu yaa bunda sama mas Haku juga. Mau kemanapun InsyaAllah adek antar, sebelum adek sudah menjadi tanggungjawab orang lain atau adek sudah kembali pada Allah. Pun kalau adek kembali pada Nya, bunda nggak usah takut, kan itu berarti InsyaAllah tugas adik sudah selesai, bunda sama bapak sudah bahagia, juga mas dan mbak, semuanya sudah benar - benar menempatkan Allah di peringkat pertama dalam hati". 
Allah dengan segala kemurahan Nya memberikan segala kebaikan padaku dan keluargaku. Satu keyakinanku bahwa Allah Maha Kaya. Rezeki yang diberikan Nya dari berbagai sudut yang tidak terduka. Allah begitu mencintaiku dan keluargaku, aku tak akan menyia - nyiakan kesempatan ini, Aku juga ingin senantiasa mencintai Allah dengan istiqomah. Aku takkan berpaling dari Allah .. ..

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking