“Buatlah
dunia mengenalmu sebagai seorang yang selalu terlihat bahagia dan senantiasa
menebar senyuman, bukan seorang pesakitan yang lemah dan tak berdaya”
Apa itu masalah dan apa itu ujian? Beberapa
orang sempat bertanya demikian. Dua pertanyaan tersebut mungkin tak saling
berhubungan. Biasanya yang ditanyakan orang – orang adalah apakah ini ujian
atau hukuman (azab)? Tapi ini berbeda karena mereka yang menanyakan pertanyaan
ini adalah insan – insan beriman yang selalu optimis dalam menghadapi hidup.
Sering kita dengar bukan bahwa orang beriman selalu akan menganggap sebuah
musibah atau masalah adalah ujian atau cobaan untuk menguji keimanan hamba –
hamba Nya, apakah hamba Nya ‘sucess’ atau ‘remedy’ atau ‘quit’.
Satu dari milyaran kisah yang dapat
menghibur jiwa – jiwa yang sedang sedih hatinya. Sekitar 4 tahun lalu, seorang
ibu, panggil saja bu Mawar kehilangan seorang anak perempuannya yang sebentar
lagi (bulan depan) akan ujian skripsi. Dia mengalami kecelakaan bersama kakak
laki – lakinya. Setelah selesai prosesi pemakaman bu Mawar lantas ke rumah
sakit untuk merawat anak laki – lakinya. Allahu akbar, balutan perban
membungkus seluruh tubuh anaknya, yang terlihat hanyalah wajahnya. Dalam
kondisi seperti itu, bu Mawar masih sempat mengatakan
“Alhamdulillahirobbil’alamin, terimakasih ya Allah.”
Seorang
ibu yang melihat anaknya kesakitan di atas ‘kasur’ rumah sakit apakah suatu
yang membuatnya bahagia? Pasti tidak. Tapi dia paham bahwa Allah begitu
menyayangi keluarganya. “Laa tahzan, Inallaha ma’ana”. Allah tidak akan
meninggalkan hamba – hamba Nya yang tulus mencintai Nya. Kejadian tersebut
bukanlah sesuatu yang membuat dunianya runtuh, walaupun memang tidak mudah
untuk bertahan dan terus berjalan melanjutkan langkah hingga tetes darah
penghabisan.
Bagaimana
dengan kita? Pacaran putus langsung nangis, bingung terus gulung – gulung di
pasir. Ditinggal nikah nggak mau makan berminggu – minggu. Banyak tugas kuliah
malah bakar – bakar buku pelajaran, banting laptop, begitukah? (senyum=iya)
Bangun yuk, kita buka mata dan buka pikiran lebih luas. Lihatlah mereka yang
terlunta – lunta di jalanan, yang di bakar di Afrika atau yang masih sering
diusik di Gaza, aduh, nggak kuat kalau disebutin lebih banyaklagi. Tangisan
mereka tak bisa menyelesaikan permasalahan.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Q.S.Alam Nasyrah
5-6)
Janji Allah itu sudah pasti bukan? Allah sudah menjanjikan bahwa
kemudahan itu pasti akan datang. Allah juga tidak akan memberikan cobaan yang
lebih dari kemampuan hamba Nya. Hidup sudah ada waktunya dan hidup sudah ada
skenarionya. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, kecuali kita
sudah mengaku kalah sebelum masalah itu berakhir. There is only a choice,
survive for going on. (Althifu Dewika)
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking