26 April 2015

Sederhana Tanpa Syarat .. ..



Sederhana tetapi dengan tatapan yang tulus. Ketika seseorang menemukan satu titik yang dia tak bisa lepas dari tiitk itu, walau garis menghadang membelah pandangan matanya. Bukan tampan ataupun cantik. Bukan tinggi ataupun pendek. Putih atau hitam dan ……. lainnya.
Sederhana tetapi bisa diandalkan untuk selalu membersamai hati yang tak pernah menuntut. Hati yang tak pernah takut disakiti karena rasa percaya. Bahkan saat puluhan virus kesombongan menuntutnya untuk selalu meninggi.
Sederhana yang tak pernah berhenti menjadi dermawan. Untuk orang – orang yang tak kenal lelah mendoakan ataupun mencercanya; yang tak pernah lepas dari sifat memberi, karena sederhana bukanlah miskin. Sederhana bukanlah fakir, yang sering mengajukan diri untuk mendapatkan sesuatu tanpa daya upaya.
Manusia setiap hari disibukkan dengan ambisi:
1.      Beberapa pemimpin berambisi untuk bisa berkuasa penuh dengan yang dipimpinnya. Kadang mereka juga berambisi untuk menuntut kepercayaan orang yang dipimpinnya. Beberapa yang lain berambisi untuk mencari simpati dengan melakukan pencitraan public. Ada pula yang berambisi untuk selalu berada di posisi yang sama hingga akhir hayatnya.
2.   Beberapa insan biasa berambisi untuk menuntut pemimpinnya agar selalu menjadi sempurna, atau nyaris sempurna. Di beberapa kesempatan merekapun berambisi untuk mencuri perhatian pemimpinnya. Lalu sebagian kecil dari mereka berambisi untuk didengar oleh pemimpinnya yang terkadang sibuk sendiri. Insan biasa tidak cukup sampai disini. Pun tidak bijak rasanya jika kita menyebut satu per satu jabatan mereka dan kita ‘orek’ ambisi – ambisi mereka, yang sebagian mungkin datang untuk kepentingan duniawi.
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” (QS Asy Syuraa:20)
Kesederhanaan akan membawa seseorang berada jauh dari rasa was – was dan curiga; membawa setiap individu tidak dibutakan oleh ambisinya. Kesederhanaan pula yang akan membawa seseorang siap berada dalam kondisi apapun. Kederhanaan yang didukung oleh kekayaan jiwa terisi penuh dengan iman dan ketaatan pada sang Maha Pengasih. Kesederhanaan yang dilandasi dengan keyakinan akan ketentraman dalam hidup dan tiada kekhawatiran yang menyelimuti. Kesederhanaan yang dipenuhi dengan rasa cukup akan segala yang dimiliki dengan segala kepayahan usahanya. Kesederhanaan yang datang bukan karena kemalasan yang mengakibatkan seseorang miskin jiwa, harta ataupun jiwa dan harta. Tetapi kesederhanaan yang timbul dari kerendahan hati seseorang karena menyadari dia hanyalah satu dari milyaran manusia di bumi, yang terlihat setu per ratusan ribu lebih kecil dari keseluruhan galaksi yang ada di jagat raya ini.

"Manusia tenteram karena kesederhanaan lahir atas kekayaannya, keserhanaan hidup atas kejayaannya, dan kesederhanaan hati atas kelebihannya" (ad~15)

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking