26 April 2015

We Exist to Inspire the Youth of Indonesian



Saturday, April 25, 2015

 

Grand Opening Greeting, Gathering and Sharing (GGS) dan Rapat Harian Lengkap (RHL) BEM UNS Kabinet Porsima Inisiatif Menginsipirasi

Sabtu, 25 April 2015, BEM UNS kementrian sekretaris kabinet melaksanakan pembukaan acara rutinan Greeting, Gathering, and Sharing (GGS) dan Rapat Harian Lengkap (RHL)1. GGS adalah acara yang dirilis khusus untuk internal pengurus BEM. Dari namaya sudah terlihat bahwa acara ini adalah acara yang akan menyatukan pengurus dalam satu waktu dengan tujuan berbagi ilmu pengetahuan. Nantinya, kurang lebih 180 pengurus dipetakan menjadi beberapa kelompok dimana ada seorang mentor dalam setiap kelompoknya. Mentor tersebut yang kemudian akan menyampaikan materi singkat berdasarkan kurikulum yang telah dibuat, dan dilanjutkan dengan sesi sharing. Esensi dari acara ini adalah, pengurus mendapatkan input ilmu pengetahuan yang luas mengenai banyak hal, bukan hanya masalah yang dihadapi di organisasi tapi lebih dari itu. Mahasiswa yang sudah berani terjun ke organisasi, harapannya mampu memiliki pengetahuan yang tidak sempit dalam menyikapi suatu masalah. Disini, pengurus akan dihadapkan dengan pikiran – pikiran yang senada walaupun tidak sama, oleh karena itulah mereka akan berbagi masalah dan berbagi solusi. GGS akan dilaksanakan dua minggu sekali, dengan hari dan waktu yang kondisional berdasarkan kesepakatan kelompok.
Dalam GGS, divisi pengembangan organisasi bertugas untuk mengawasi keberjalanan masing – masing kelompok; dalam hal ini keaktifan setiap individu dalam kelompoknya menjadi sorotan penting. Pada dasarnya, kedatangan ataupun keaktifan pengurus dalam acara ini adalah hak mereka, karena acara ini disusun atas kebutuhan mereka, sebagai bagian dari suatu organisasi, sudah sepantasnya mereka keluar dengan suatu ilmu baru yang tidak didapatkan orang lain yang tidak berada dalam organisasi tersebut. Setelah launching, kumpul per kelompok dapat dimulai pada Mei 2015.
Setelah acara GGS selesai, dilanjutkan dengan RHL 1 yang langsung dipimpin oleh kadiv kesekretariatan, Fika Dwi Utami. Dia menjelaskan bahwa RHL akan dilaksanakan satu bulan sekali; selain untuk kembali mengingatkan pengurus tentang agenda apa yang akan dilaksanakan pada bulan tersebut, juga sebagai sarana evaluasi dini untuk acara selanjutnya yang lebih baik lagi. Walaupun banyak komentar tidak baik yang memojokkan BEM UNS, kami tidak akan pernah berhenti berusaha dan berkarya untuk Indonesia, mewujudkan generasi muda yang berwawasan luas, penuh tanggung jawab yang mampu memimpin bangsa dengan kearifan dan kerendahan hati.
HIDUP MAHASISWA!!!
“INDONESIA AKAN LEBIH BAIK JIKA PEMUDANYA MAU BELAJAR DAN BERKARYA, DAN INDONESIA AKAN TERPURUK JIKA PEMUDANYA GEMAR MENGHAKIMI TANPA BELAJAR, TANPA MENGHASILKAN KARYA”
Check the video out: https://www.youtube.com/watch?v=BSEaGy7rRf4

Sederhana Tanpa Syarat .. ..



Sederhana tetapi dengan tatapan yang tulus. Ketika seseorang menemukan satu titik yang dia tak bisa lepas dari tiitk itu, walau garis menghadang membelah pandangan matanya. Bukan tampan ataupun cantik. Bukan tinggi ataupun pendek. Putih atau hitam dan ……. lainnya.
Sederhana tetapi bisa diandalkan untuk selalu membersamai hati yang tak pernah menuntut. Hati yang tak pernah takut disakiti karena rasa percaya. Bahkan saat puluhan virus kesombongan menuntutnya untuk selalu meninggi.
Sederhana yang tak pernah berhenti menjadi dermawan. Untuk orang – orang yang tak kenal lelah mendoakan ataupun mencercanya; yang tak pernah lepas dari sifat memberi, karena sederhana bukanlah miskin. Sederhana bukanlah fakir, yang sering mengajukan diri untuk mendapatkan sesuatu tanpa daya upaya.
Manusia setiap hari disibukkan dengan ambisi:
1.      Beberapa pemimpin berambisi untuk bisa berkuasa penuh dengan yang dipimpinnya. Kadang mereka juga berambisi untuk menuntut kepercayaan orang yang dipimpinnya. Beberapa yang lain berambisi untuk mencari simpati dengan melakukan pencitraan public. Ada pula yang berambisi untuk selalu berada di posisi yang sama hingga akhir hayatnya.
2.   Beberapa insan biasa berambisi untuk menuntut pemimpinnya agar selalu menjadi sempurna, atau nyaris sempurna. Di beberapa kesempatan merekapun berambisi untuk mencuri perhatian pemimpinnya. Lalu sebagian kecil dari mereka berambisi untuk didengar oleh pemimpinnya yang terkadang sibuk sendiri. Insan biasa tidak cukup sampai disini. Pun tidak bijak rasanya jika kita menyebut satu per satu jabatan mereka dan kita ‘orek’ ambisi – ambisi mereka, yang sebagian mungkin datang untuk kepentingan duniawi.
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” (QS Asy Syuraa:20)
Kesederhanaan akan membawa seseorang berada jauh dari rasa was – was dan curiga; membawa setiap individu tidak dibutakan oleh ambisinya. Kesederhanaan pula yang akan membawa seseorang siap berada dalam kondisi apapun. Kederhanaan yang didukung oleh kekayaan jiwa terisi penuh dengan iman dan ketaatan pada sang Maha Pengasih. Kesederhanaan yang dilandasi dengan keyakinan akan ketentraman dalam hidup dan tiada kekhawatiran yang menyelimuti. Kesederhanaan yang dipenuhi dengan rasa cukup akan segala yang dimiliki dengan segala kepayahan usahanya. Kesederhanaan yang datang bukan karena kemalasan yang mengakibatkan seseorang miskin jiwa, harta ataupun jiwa dan harta. Tetapi kesederhanaan yang timbul dari kerendahan hati seseorang karena menyadari dia hanyalah satu dari milyaran manusia di bumi, yang terlihat setu per ratusan ribu lebih kecil dari keseluruhan galaksi yang ada di jagat raya ini.

"Manusia tenteram karena kesederhanaan lahir atas kekayaannya, keserhanaan hidup atas kejayaannya, dan kesederhanaan hati atas kelebihannya" (ad~15)