17 Julie 2014

Rijaal wa nisaa'

"Hawa diciptakan Allah SWT dari tulang rusuk adam yang paling bengkok." Memang begitu adanya yang disebutkan dalam hadits Bukhori. Yang paling bengkok adalah tulang rusuk paling atas, jika tulang itu dibiarkan akan tetap bengkok, tetapi jika diluruskan akan patah, kecuali kau luruskan dengan 'hati - hati'. Hadits ini adalah hadits yang indah dimana dalam hadits ini terkandung makna bagaimana seharusnya seorang laki - laki bersikap kepada seorang perempuan. Pada dasarnya tidak ada perempuan yang mau diperlakukan kasar oleh seorang laki - laki. Jangankan kasar, kata - kata yang terkesan ditinggikan atau menekan saja bisa membuat seorang perempuan merasa tersinggung. Pernah dalam suatu keluarga, sang istri bertanya kepada suaminya dengan nada khas yang lembut tanda cinta dan menghormati sang suami. 
"Mas,kasurnya belum dimasukkan...." sang istri mengingatkan suaminya karena kasur yang dijemur belum dimasukkan.
"Nanti kan bisa... Ini baru istirahat!" Kalimat dari sang suami ini akan menjadi multi tafsir ketika dibaca dengan nada yang berbeda. Jelasnya, jawaban sang suami sebenarnya biasa tanpa tekanan yang kuat, tapi yang harus digarisbawahi, tidak pula bernada datar dan dengan irama santai namun terkesan mengeluh. Seketika sang istri tidak mau menanggapi pertanyaan suamu untuk sementara waktu. Ketika dikonfirmasi ternyata benar, sang suami tak merasa kalau kata - kata yang diungkapkannya terkesan menekan atau membentak. Dalam hal ini, sang suami ataukah sang isteri yang salah? Laki - laki yang paham akan apa yang harus dilakukannya berdasar perintah Allah lalu Rasul - Nya akan memahami bahwa sikap yang ditunjukkan isterinya adalah wajar. Menyampaikan dengan nada yang wajar saja terkadang perempuan sudah merasa terintimidasi apalagi dengan nada yang kasar dan menekan. Yang lembut belum tentu melembutkan, tetapi yang melembutkan sudah pasti yang lembut. Kata - kata yang melembutkan adalah kata yang datangnya dari cinta pada Allah, sedang cinta pada Nya tak ada yang menyakitkan dan pasti kata yang diungkapkan pula adalah kata yang lembut. Tidak semua kata yang melembutkan adalah ungkapan manja atau ungkapan yang membuat seseorang terkesan lemah dan mudah tersinggung. Dalam Al - Qur'an juga banyak disebut panggilan atau ungkapan yang melembutkan, misalnya Yaa bunayya atau bagaimana Allah memanggil hamba - hamba Nya dengan sebutan "Hai orang - orang yang beriman". Baiknya sang suami menjawab pernyataan isterinya tadi dengan ungkapan yang melembutkan dan berkesan bagi sang isteri. 
"O iyayaa, iyadeh sebentar, habis istirahat.... makasih yaa ma...." dengan sentuhan senyuman agar menambah manis suasana. Indah bukan, dan tidak akan menyulut perang kecil dalam keharmonisan keluarga yang kadang bisa mengganggu banyak orang termasuk anak - anak. Tulisan ini saya buat bukan karena saya sudah punya suami lalu mengalami hal di atas. Pengalaman - pengalaman yang kadang diremehkan orang namun berharga bagi diri saya ini saya dapatkan karena saya memiliki banyak 'teman' ibu - ibu dan sering berlaturahmi dengan keluarga mereka. Masih mending kan kalau peperangan kecil yang tidak begitu penting tersebut hanya didengarkan oleh anak - anak, nah kalau didengarkan orang lain? Disini saya tidak berpihak pada perempuan saja atau dalam contoh di atas saya menyebut langsung dengan nama isteri. Saya hanya ingin menekankan bahwa sikap yang ada pada seorang isteri itu wajar adanya, namun tak berarti perempuan bisa seenaknya menyalahkan semua kesensitifannya pada laki- laki. 
Laki - laki dan perempuan sama - sama memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Allah Maha Adil, tidak ada yang diuntungkan dan dirugikan atas kodrat masing - masing. Kesenjangan peran antara perempuan dan laki - laki itu hanyalah mengada  - ada dan hanya dilakukan oleh orang - orang yang kurang bersyukur. Walaupun sejak kecil saya sering melihat perlakuan unfair laki - laki kepada perempuan, khususnya suami kepada isteri, tapi saya tetap melihatnya dari sisi yang lain. Tak berarti saya berpihak pada sikap mereka yang kadang memang benar - benar 'sok jagoan', tapi saya mengambil pelajaran bagaimana agar imam, pemimpin, pembimbing, serta pelindung saya kelak tidak akan seperti itu. Setiap ada akibat pasti sebelumnya ada sebab yang menghasilkan akibat tersebut. Dalam hal ini saya hanya fokus pada sebab apa - apa yang membuat sosok yang seharusnya menjadi 'imam' tiba - tiba berubah menjadi 'penjajah'. 
Kalau boleh saya egois sedikit, maka saya akan katakan bahwa seorang laki - laki (read:husband) haruslah seorang imam yang memiliki ilmu agama jauh lebih baik dan lebih banyak daripada isteri juga merupakan nahkoda yang handal dan tak takut akan terjangan badai. Tidak ada seorang suami yang dibangunkan isterinya untuk sholat subuh, tidak ada seorang suami yang menerima uang dari jerih payah seorang isteri, tidak ada suami yang 'tunduk' dengan semua yang diperintahkan isteri, tidak ada suami yang membiarkan isteri banting tulang mencari rezeki sedang dia tiduran, noton TV, jalan - jalan bahkan main mata di rumah atau di tempat lain. Tidak ada suami yang tidak bisa mengimami isteri saat sholat, tidak ada suami yang tidak bisa berdakwah dan masih banyak lagi ........................... Kadang keegoisan ini muncul karena rasa sakit melihat sikap para laki - laki yang beberapa tidak gentlemen. Tapi tidak semua lelaki seperti itu. Sampai saat ini, aku masih yakin bahwa masih ada laki - laki yang tidak bisa meletakkan cintanya, di atas cintanya pada Allah, lalu Rasulullah, lalu ibu, ibu, ibu kemudian ayahnya. Lelaki seperti itu tidak akan mendapatkan seorang perempuan yang akan menjadi istrinya, kecuali perempuan yang juga mampu menjaga amanah dalam hati Nya, hingga sudah pasti kehalalan baginya ..... ~~~a.d.
"Ar rijaalu qowwa muuna 'alannisaa' ......................................" An - Nisa'

13 Julie 2014

Because We're Extraordinary

Kalau sebelumnya ngomongin tentang orang - orang special (read:friend) yang menemaniku selama 2 tahun terakhir, ini ni sahabat - sahabatku yang setia membersamaiku selama ..........................(mikir:1,2,3,4,5,6,7,8) 8 tahuuun!!!!:) Sampai saat ini aku nggak tau nama 'kita' ini apa. Dulu sempat ngasih nama Sinarya (nama kita terus disingkat=ordinary), selain itu juga bermakna selalu menyinari orang - orang yang ada di sekitar kita (matahari kalee). Sayangnya nama itu aku publishkan ketika SMP dan menurutku di masa yang mana masih usum (baca:musim) cinta monyet - monyetan itu merupakan masa di mana seseorang labil- labilnya dan alay - alaynya (walaupun klimaksnya mungkin pas pertengahan SMA). Foto yang ada di atas diambil sekitar beberapa tahun yang lalu. Terlihat jelas dimana mukaku dan teman - temanku masih bersih tanpa jerawat, itu artinya ketika itu kita nggak mikirin hal - hal yang berat seperti ada ada di pikiran kami saat ini. Pikiran terbaru yang paling mengganggu kami, kecuali yang tengah, adalah CSI atau Clon "thuuut" Idaman. Hahaa ... Aku sempat dibuat pusing karenanya, tapi nggak papalah siapa tau itu cuma masa - masa galau karena aku sudah beberapa kali dapat undangan atau 'serat ulem' dari teman - temanku. 
WHO ARE THEY???
Jilbab Coklat paling kanan namanya Dessy Andriani Pratiwi. Lahir di ..........,  Desember ............ Dia nggak pernah ngrasain yang namanya TK, makanya sampai sekarang dia doyan banget kalo diajak maenan, apapun itu. Rumahnya di ketinggian ....dpl, dimana dari rumahnya aku bisa melihat kota Wonogiri yang cantik nan memesona yang dikelilingi oleh Gunung Gandul yang indah nan permai. Pertama kali kenal karena.................karena dia pendiem, masih lugu banget, terus sendirian gitu, pikirku dia tertindas atau terdholimi oleh teman - temannya jadi aku langsung mendekatinya dan berkenalan ..:D Eh iya, dia jago nge-dance lho..... Hahaaa ... Kalau inget gayanya nge - dance, wuzz.. bikin aku nggak kuat. Yang khas dari dia adalah senyumannya. Yang di foto itu bukan senyuman khasnya. Dia seorang yang ramah sama semua orang termasuk orang yang mungkin nggak baik sama dia, tapi setauku musuh dia lebih sedikit dari aku. Seorang supel yang impiannya setinggi langit ke tujuh yang nggak pernah aku ngerti kenapa dia bisa dapet imajinasi sebanyak itu. Seingatku dia gila banget sama Jerman, lebih tepatnya timnas Jerman , dan khususnya lagi pemain nomor 11 bernama Miroslav Close. Gara - gara dia juga aku suka sama timnas Jerman, lebih tepatnya sih 'pemain' Timnas Jerman.Kehidupan SMP nya berlika - liku, tapi lika - likunya itu positif. Banyak organisasi yang dia ikuti, dan dia selalu konsisten dengan semu kegiatannya. Seorang yang akrab kukenal dengan keceriaan sepanjang waktu, kecuali kalau pas males. Kritikus handalku ini juga merupakan orang pertama yang mengetahui airmata ku jatuh bercucuran waktu di Bali karena 'thuuuut' dan sebagai saksi, dimana pertama kali aku menerima sms yang isinya "thuuuuuut" dari seseorang. Waktu itu kami lagi duduk bareng 1 jok di bis, dan karena sms itu dia langsung memberitahukan kabar gembira itu pada guruku bernama Elizabeth. Aduh jadi sampai situ deh .... Udah udah ... Lanjut lagi ke masa - masa SMA nya... Sejalan denganku, saat SMA dia muli berjilbab. Nggak ada yang berubah dari dia, selain penampilannya yang lebih baik dan perilakunya yang semakin santun saja. Oiya lupa, waktu SMP aku sekelas dengannya saat kelas VII E dan VIII E. Nah pas SMA, aku sekelas sama dia lagi pas kelas IX. Sebangku lagi nggak? Pastinya... Bahkan kami sempat ditegur guru bahasa Jepang gara - gara surat - suratan saat jam pelajaran. Dia selalu unggul dari aku, apalagi kalau pas pelajaran matematika. Aduh, ngomongin ini tiba - tiba jantungku deg - deg an aja, kenapa yaaa..... Pokoknya, dia sama gilanya kayak temanku yang bernama Diaz kalau masalah matematika dan fisika. Pas kelas XI barulah kita berpisah, dia ada di kelas IPA dan aku di kelas IPS. Air mataku nyaris kering ketika aku tau masuk kelas IPS. Mulai saat itu kita jauh.... Tapi jauh disini tak berarti tak saling menyapa dan tak saling mengerti. Kami tetap meluangkan waktu untuk bersama, bercanda tawa dan saling megisi kekosongan. Walaupun kenyataannya aku lebih sibuk dengan karirku dalam bidang tarik suara yang semakin menanjak di masa itu. Satu - satunya hal yang bikin aku sedih adalah kalau kita kumpul terus mereka ngomongin pelajaran. Gila aja, mereka ngomongi proton,newton,pleton atau apalah itu yang aku sama sekali nggak tau. Aku mau ikut belajar tentang nota debet nota kredit gantian mereka yang nggak tau. Dessy tau banyaaak banget tentang aku, asli, banyak banget. Yang aku salutkan dari dia, progress keimanannya bagus banget. Dia hidup dengan proses dan konsisten dengan prosesnya, jadi aku yakin proses itu akan membawanya ada kesuksesan yang sebenarnya. Dan satu lagi, dia belum pernah yang namanya pacaran. Dia tau dia punya hati dan dia tau dia punya cinta tapi dia tau kalau semua itu adalah fitrah yang harus dijaga. Pernah sih sekali jatuh cinta sama laki - laki yang namanya *****i, tapi Alhamdulillah dia masih dilindungi sama Allah SWT, so mereka cuma biasa - biasa aja menjalani hubungan tanpa status. Eits kok HTS, bukan - bukan, menjalani hubungan persahabatan yang 'lebih' akrab dari lainnya ;).. #salam nyengir
Yang tengah dengan jilbab cokelat muda namanya Nena Amalia. Inini temanku yang dulu sempat berprofesi menjadi model dan yang paling banyak fans nya sejak pertama kali aku mengenalnya. Walaupun model tapi dia biasa - biasa aja nggak kayak sahabatnya yang negebet banget jadi artis sampai ngirim banyak banget foto buat dikirim ke agency model yang ada di Jakarta, termasuk di Zuma Production miliknya Arzetti Bilbina. Lika - liku hidupnya yang banyak aku tau adalah manis. Jarang banget denger cerita sedih dari dia (Alhamdulillah), bersyukur karena sahabatku satu ini selalu dianugrahi kebahagiaan sama Allah SWT. Dia adalah orang yang rapi menata hidupnya, baik itu apa yang dikerjakannya, apa yang dipihnya, apa yang dimilikinya ataupun apa yang didapatkannya. Setauku dulu dia sempet dimusuhi sama bos 'genk' karena dia disukai sama cowok yang disukainya (klasik banget). Kayak di tipi2 gitu deh.. Hahahaa ... ... Sebagai yang paling tua antara kami, dia memang terlihat lebih dewasa dari kami dan dia adalah satu - satunya dari kami bertiga yang memunyai rencana realistis. Keren memang... Yaa walaupun sesekali punya keinginan - keingnan gila kayak aku dan Dessy, tapi dia nggak parah. SMP aku sekelas dengannya waktu kelas VII dan IX. Dia seorang yang sedikit lebih sensitif dari Dessy. Tapi itu wajar kok dan aku memakluminya. Dia adalah saksi dimana seseorang yang sangat special bermain keyboard di depan meja kami saat praktik seni music lalu tangannya gemetar dan benar - benar terllihat grogi. Hemh .. Orangnya sekarang sudah sukses nan jauh disana.... Udah - udah, kembali lagi ke Nena. Perempuan yang lahir di ..............., 25 Desember ...........ini sangat suka dengan kucing. Kucing di rumahnya saja dinamai Elo, mungkin karena suaranya bagus kali. Di foto buku kenangan SMP aku bersanding dengan dia karena kami sekelas, bedanya dia menggunakan baju adat Bali, ASLI CANTIK BANGET. Pas SMA kelas X dia belum mantap ni buat berhijab, tapi Alhamdulillah, hidayah Allah didapatkannya ketika dia berada di kelas XI. Semakin cantik aja sahabatku niii .. .. .. Dia ada di kelas IPA bareng Dessy dan kami sedikit lebih jauh karena itu, tapi tetep kami punya waktu khusus buat barengan. Yang aku salutkan dari dia adalah, walaupun dia cantik tapi dia nggak neko - neko. Asli!! cantiknya alami, inside dan outside. Nggak ada yang dipalsukan dari hidupnya dia, termasuk cintanya. Ketenangannya dalam menghadapi masalah juga merupakan nilai ++ yang bakal membawanya meraih mimpi - mimpinya di masa depan ... ... Kita punya impian, suatu saat nanti sebelum masing - masing kami menikah, kami akan traveling, kemanapun itu yang penting kami bersama. Dan suatu saat nanti, kami bermimpi untuk menunaikan ibadah Umroh/Haji bersama seorang imam yang sudah halal bagi kami..Dan suatu saat nanti, kami akan berkumpul untuk saling bercerita tentang mimpi - mimpi kami yang sudah mulai tercapai satu per satu.... InsyaAllah aamiin..

12 Julie 2014

you're near

Kebersamaan terakhir sebelum saya memutuskan untuk berpisah dengan 3 orang lainnya yang ada di foto itu. Dianggap adik juga nggak, dianggap kakak juga nggak dianggap temanpun juga nggak. Tapi aku dianggap ibu oleh mereka. Sebenarnya masih ada 2 orang lainnya yang harusnya ada di foto, yang satu izin pulang karena pacarnya kangen pengen ketemu dia dan yang satunya aku lupa pas lagi kemana. Dua tahun bareng mereka sama sekali nggak buat aku seneng, tapi buat aku bahagia. Walaupun dalam perjalanannya aku sering kesandung krikil dan batu untuk membersamai mereka, tapi tetep 'ending' kami indah kok. Aku nganggep mereka seperti 'anak' eh bukan bukan, adik -adikku sendiri. Mereka tau aku bukan seorang yang sempurna dan aku juga paham kalau mereka tak punya semua kelebihan. Diantara kami saling melengkapi, ketidaksempurnaanku itu dijadikan mereka sebagai penyeimbang atas kelebihan - kelebihan mereka. Sebaliknya, kemampuanku mereka jadikan sebagai pelengkap kekurangan - kekurangan yang mungkin ada pada mereka. Dulu, kami sering banget sholat berjama'ah. Hal yang paling membuatku haru yaitu beberapa kali mereka menungguku pulang untuk sholat berjama'ah. Aku yang lebih sering menjadi imam ketika kami sholat berjama'ah dan karena itulah aku mulai merasa terbebani tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Beban biasanya berat, tapi kali ini tidak karena masing - masing mereka enjoy dengan apa yang kusampaikan setelah sholat berjama'ah. Isinya ringan bahkan mungkin simpel dan nggak berbobot tapi sesuai dengan apa yang terpatri dalam jiwaku bahwa menang tak mesti membawa medali. Memberi manfaat tak berarti manfaat itu langsung dicerna atau dirasakan, tapi bisa saja berproses, setahun, dua tahun atau sampai tua nanti baru digunakan, entahlah. Tapi yang jelas, mereka sering menindaklanjuti apa yang kukatakan. Ada juga ngaji bareng, birthday party yang hemat, acara ngambek- ngambekan bahkan ada juga acara kurung - kurungan di kamar. Yang terakhir tadi terjadi jika dan hanya jika kami sibuk dengan tugas kami. Setahun ke depan, mungkin aku akan jarang bercanda tawa bareng mereka. Setahun ke depan dan bisa jadi selamanya. Kisah klasik anak kosan terkadang memang membosankan untuk menjadi bahan cerita. Yang harus dicatat adalah bahwa beberapa kisah membosankan akan kamu kenang sepanjang masa. Nurma di kamar 7, Agie di kamar 8, Kiki di kamar 9, Bea di kamar 10, Wika di kamar 11 dan Fa'i di kamar 13. Tempatnya sih memang aga suram menurutku, tapi karena orang - orangnya rajin memberi manfaat maka kesuraman itu berubah menjadi cahaya yang sinarnya menembus mega mendung di langit sana.
"Suatu hari nanti teman yang kamu rindukan akan datang dan memaksamau untuk mengingat apa saja yang pernah kau lakukan dengannya, dan diwaktu itulah kamu kembali ke masa lalumu untuk mengambil pelajaran dan bukan untuk mengulanginya lagi karena tak ada waktu yang akan terulang."
~Friends have a right to get your love~ ~~~~~~~~~~a.d.
Satu- satunya kata yang bisa membuat hatiku langsung remuk redam adalah 'kecewa'. Sepertinya kalimatku terdengar hiperbola, tapi 'ASLI' kata yang terdiri dari 3 suku kata ini memang ampuh. Yaa.... Kata ini seketika mampu melumpuhkan saraf positif yang ada dalam tubuhku, mengubah tawa menjadi tangis, membungkus senyuman dengan wajah masam dan membekukan hati yang sedang meleleh. Ibaratnya, seketika aku akan membuang jauh rasa cintaku saat aku teringat dengan rasa kecewa yang pernah kualami. Jika diceritakan dari start hingga finish, aku yakin besok pagi - pagi mata ini akan membengkak dengan pembesaran minimal 3X. Sekilas saja tentang kecewa itu sendiri. Tak ada seorangpun di dunia ini yang tidak mengenal kata kecewa, at least hanya mengenal saja dan belum pernah mengalami. I think great when it's happened. Rasa kecewa ini terpendam sejak bertahun - tahun yang lalu. Selama 19tahun aku bernafas di bumi ini sekitar 10 tahun yang terlewati aku gunakan untuk memendam rasa kecewa. Nggak berarti hidupku 19 tahun yang lalu itu nggak berguna dan cuma dipake buat mikirin rasa kecewa, tapi di sela - sela waktuku yang sepanjang itu aku masih belum bisa menanggalkan kekeceaan - kekecewaan yang pernah aku alami. Hingga saat ini aku mengetikhuruf demi huruf dalam kolom 'entri' aku sedang merasakan kembali rasa kecewa itu. Aku bersyukur Allah selalu membimbingku untuk tetap berada pada jalan yang benar, walaupun sempat beberapa kali (nggak banyak) aku membelokkan ke arah yang berlawanan dengan arus kebaikan. Aku nggak mau dan nggak akan pernah mau membayangkan apa yang terjadi padaku jika aku tak pernah membawa Allah dalam menyikapi kekecewaanku ini. Aku menggolongkan kecewa termasuk dalam salah satu penyakit hati (menurut saya) karena efek samping dari kecewa sangatlah kompleks, antara lain: rasa benci, takut, dendam, iri dan duka yang berlarut - larut. Bukan hanya penyakit hati malaha, namun juga penyakit jasmani. Petanyaanku enam bulan belakangan terjawab sekitar sebulan yang lalu. Semester ini (baca:4), selama 5 bulan terhitung aku sudah sakit (fisik) 3 kali berat dan 6 kali sakit ringan. Saya bukannya bangga sakit - sakitan terus cuma heran aja kalau sakit - sakitan terus gimana kerjaan bisa selesai tepat pada waktunya? Lalu sebulan lalu, tiba - tiba aku teringat dengan daftar peristiwa yang membuatku kecewa. Aku tidak menulisnya seperti daftar target hidup kok, karena tanpa ditulis pun sudah terekam jelas dalam memoriku. Ketika itu juga aku nangis menjadi hingga susah bernafas dan terus - menerus istighfar karena benar - benar nggak bisa nafas. Setelah meangis sejadi - jadinya aku lalu tidur dengan pulas dan pasrah jikalau Allah sudah akan memanggilku untuk menghadap - Nya (not really ready actually). Keesokan harinya bersiap - siap untuk kuliah dan 'sok' bersikap semangat sebagaimana mestinya. Di hari itu pula aku sakit. Badanku lemas, pusing, panas dan mataku selalu berkaca - kaca. Aku nggak tau secara ilmu kejiwaan atau kesehatan, mungkin sakitku itu adalah efek karena kelamaan nangis. Tapi aku mengambil kesimpulan bahwa sakitku itu disebabkan karena penyakit hati yang tidak segera disembuhkan.
"Tidak ada seorangpun yang ingin dikecewakan dan mengecewakan, kalaupun ada yang menginginkannya itu karena dia tak ada pilihan lain"
Hanya itu kata yang sedikit meringankan rasa kecewa ini. Suatu saat nanti aku pasti bisa menceritakan cerita - cerita bahagiaku pada Allah, bukan cerita - cerita penuh rasa kecewa. Hanya kepada Allahlah aku bergantung ~~~~~~~~ a.d.