19 November 2013

Lalu?




“Ketika kau dengan seseorang yang lebih baik dariku, maka tak kan lara hatiku, karena orang itu pasti bisa membimbingmu di jalan yang baik, jalan Takwa menuju Allah SWT. Tapi jika orang itu belum lebih baik dariku, lidahku tak akan pernah berhenti mengatakan ‘biarkan waktu mudamu menjadi lebih manfaat lagi’. Aku hanya ingin mutiara itu diambil oleh seorang yang paham akan dijadikan seperti apa mutiara itu; hanya hiasan saja, perhiasan yang indah dan menarik untuk dilihat, atau tetap menjadi mutiara berharga yang selalu dijaga kelembutan, keaslian, kesucian, dan keindahannya”
“Fan, mau ngomong sesuatu boleh? Cepet bls yaa .. .. thank’s” nggak ada angin, hujan, apalagi topan yang mampir di bumi tempatnya berpijak, tiba – tiba Sylvia, seroang perempuan yang sering dipanggil Miss mengirimkan sms semi serius pada Arfan.
“Ad apa?” balas Arfan singkat.
“Hih, ngomong bukan sms-an!”
“Iyaa.. .. gimana? Tak telpun?”
“Sok kaya banget sih, ketemuan!”
“MasyaAllah, nggak Miss”
“Jangan macem2 deh mikirnya, ini penting!”
“Anti bawa teman semahrom ya?”
“Nggak bisa!”
“Astaghfirullah, nggak mbak, ane takut Allah.”
“Cuma ngobrol sebentar, karena ini penting.”
“Bermula ngobrol penting, terus an ngasih masukan, terus anti jawab, ane ngasih respon lagi, Miss disitulah setan bisa masuk diantara perbincangan kita nanti, belum pandangan, Astaghfirullah, istighfar.”
“Nah, ente kan yang mikirin sampe kek gitu? Padal ane nggak sampe segitu lho mikirnya.”
“Yaudah, anti telpun temen anti aja, yang cewek lho ya.”
“NGGAK!”
Arfan tak membalas sms Sylvi, dia hanya yakin bahwa teman  perempuannya itu bisa menyelesaikan masalahnya. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam jam berlalu, sampai keesokan harinya balasan sms Arfan tak kunjung mengisi inbox Sylvi lagi. Sebagai seorang yang sedang belajar lebih dalam tentang fitrah dan kewajibannya, Sylvi memang begitu sulit mengambil keputusan. Seakan – akan dia selalu membutuhkan orang lain untuk memutuskan suatu hal, bahkan dalam urusan yang paling penting dalam hidupnya. Usaha Sylvi untuk mengenal Tuhannya lebih jauh lagi memang harus diwarnai tangis darah perjuangan, naik turun bahkan rapuhnya iman dan jiwanya menjadi dekorasi hajatan dalam layar kehidupannya. Semalam penuh dia hanya mengkhususkan diri dalam wangi sebuah kamar dengan hiasan cantik dan riasan indah wajahnya. Kekhusyukannya dalam meminta petunjuk Allah SWT membuat bulir- bulir air mata tak hanya membasahi pipinya, tapi sudah membanjiri bumi tempat dia bersujud. Nampaknya, perempuan yang masih labil dalam pendiriannya ini benar – benar sudah tak mampu lagi untuk berpikir selain atas izin dan ridho dari Tuhannya.
“Fan, bales smsku yaa J” : sent by Arfan on Friday November 13 at 4 A.M.
“Yes Miss, what’s upp?” : delivered by Sylvi at 5 A.M.
Tak lama setelah Sylvi membaca sms itu, dia lalu menghubungi Arfan.
“Assalamu’alaikum, ada apa Miss?” tanyanya seperti biasa.
“Nggak papa, aku mau tanya Fan?”
“Iya, kenapa mbak?”
“Mbak?”
“Kenapa Miss?”
“Hehe, tapi serius ni?”
“Ya kalo serius nggak usah pake hehe kan?”
“Iya deh maaf, dengerin dulu ya?”
“Miss?”
“Iyaa iyaa .. Sebentar ...” Sylvi diam untuk beberapa detik, ”aku mau menikah Fan.”
“Subhanallah, Barakallah ya.”
“Gitu doank?”
“Harus gimana?”
“ya....”
“Calonmu sudah bekerja mbak?”
“Udah.”
“Dimana?”
“Di KUA Fan.”
“Alhamdulillah, udah tetap pekerjaannya berarti ya?”
“Alhamdulillah.”
“Paham agama juga kan, InsyaAllah.”
“InsyaAllah.”
“Seorang yang taat juga kan, InsyaAllah.”
“InsyaAllah.”
“Barakallah yaa sekali lagi.”
“Tapi Fan?”
“Tapi?”
“Tapi keluarganya orang kaya Fan?”
Arfan diam untuk beberapa detik memikirkan jawaban yang akan disampaikan padanya.
“Alhamdulillah donk.”
“Fan, ayahnya itu punya perusahaan gedhe di Bandung, ibunya punya butik yang katanya bagus, kakanya dokter dan adiknya kuliah di Jeddah.”
“Lalu, apa masalahnya?”
“Yah Fan, masak 3 tahun kita bareng – bareng ente nggak tau latar belakang keluarga ane sih?”
“Bareng – bareng?”tanyanya heran.
“Temenan!”
“Oh.. Ya tauu, terus kenapa? Semua itu bisa menjadi media untuk dakwah mbak.”
“Aku takut Fan.”
“Sudah minta petunjuk sama Allah?”
“Sudah.”
“Jawabannya?”
“Aku mimpi tersenyum.”
“Masih bingung ya?”
“Iyaa, dalam tiga kali mimpi aku hanya terlihat tersenyum.”
“Padahal kan senyumanmmu kadang bukan senyum kebahagiaan ya mbak?”
“Eh kok tau?”
“Lalu lamarannya sudah diterima?
“Minggu ini harus udah ada jawaban.”
“Mbak mencintainya?”
“Kenapa kamu tanya tentang cinta?”
“Lho kenapa?”
“Kamu pernah bilang, cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu, pernikahan tujuannya Allah, dan benih – benih cinta itu akan ditebarkan oleh Allah, lalu tumbuh, berkembang, dan mekar dengan indahnya sejalan dengan semakin kuatnya Iman mereka pada Allah.”
Arfan kembali diam dan mengingat – ingat kalimat itu.
“Kamu juga bilang, cinta yang tujuannya bukan Allah, akan hilang seiring jauhnya kebersamaan antara dirimu dan pasanganmu, dan cinta itu tak akan bersemi karena setiap cinta itu akan disemikan, maka nafsu setan lebih dulu mematikan benih – benihnya.”
“Oiya mbak, calonmu itu lulusan mana?”
“Nggak tau, Timur Tengah pokoknya. Gelarnya aja aku juga nggak tau, aneh pokoknya. Dia hafal 20 jus, bisa menjelaskan hadits Arba’in, ngajar di Panti Asuhan Ar – Rahman miliknya, konselor bisnis milik ibunya, dia juga penulis, kamu tau novel “Some places for you” itu dia yang nulis.”
“Tafadhol.”
“Tafadhol buat apa?”
“Untuk menyempurnakan setengah imanmu mbak.”
Sylvi yang tadinya masih menyiapkan jutaan pertanyaan tentang hal ini, tiba – tiba amnesia dan tak paham mau berkata apa.
“Setelah sepanjang itu yang kujelaskan, itu saran terakhirmu? Kamu ini nggak pernah jatuh cinta ya?”
“Ada kalimatku lagi yang masih mbak ingat?”
“Kenapa?”
“Semoga mbak nggak bosan dengan kalimat ini yaa, ketika mbak niatkan semuanya karena Allah dan tujuannya benar – benar hanya untuk Allah, maka Allah sendiri yang akan mengatur kebaikan untuk mbak. Yang terakhir mbak, keikhlasan adalah kunci keberhasilanmu dalam menjalani apa yang sudah, sedang, dan akan terjadi. Keikhlasan itu dalam hati mbak, nggak ada yang bisa melihat, hanya mbak, dan Allah. Assalamu’alaikum mbak, afwan, kita sudah berbicara lebih dari setengah jam, nggak ahsan. Setiap orang pasti pernah jatuh cinta kok mbak, hanya saja ada cinta yang terungkap dan ada cinta yang tak terungkap.”
Sylvi hanya bisa menghela nafas dan menghapus setetes air mata yang sudah sepuluh menit ditahan agar tidak membasahi pipinya.

To be continued................





31 Oktober 2013

Crying, the Side of Your Strength

Sempat berpikir keras mengapa aku harus benar - benar memulai semua yang baik - baik ... Banyak hal alasannya :
1. Karena aku nggak tau kapan Allah ingin aku kembali pada Nya.
2. Karena aku ingin melihat Ibu, ayah, kedua kakakku, dan keluargaku bahagia dunia akhirat.
3. Karena aku ingin mendapatkan suami yang solih, baik akhlaknya dan paham agama.
4. Karena aku ingin menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain.
5. Karena aku ingin banyak orang ang datang, menyolatkan, dan mendoakanku saat aku meninggal.
Taak mudah memang, banyak banget hal- hal yang tak bisa kuprediksi dengan mengandalkan kerja otak. Butuh hati yang jernih dalam meluruska niat ini. Jatuh bangun. kuat lemah iman adalah bumbu yang menghiasi hari - hariku untuk menjadi seorang yang baru. Dulu berpikirnya ingin menyempurnakan diri sebagai muslimah setelah nikah nanti, tapi pertanyaannya, cukupkah waktuku? Orang bilang aku nggak realitis! Bener sih, aku udah dari kecil menjadi orang yang nggak realistis. Pas masih usia 3 tahun aja selalu bilang ke bunda biar dimasukin TK. Karena bunda kasian aku bener - bener dimasukkan deh, dan aku selalu terbayang - bayang menjadi tokoh peri penyelamat yang baik hatinya. So, kalau ada temen yang dinakali aku selalu nolongin dia. Terlihat bodoh mungkin, karena aku bener - bener masih kecil banget. Akhirnya, aku malah suruh nglanjutin aja karena udah pinter baca. Orang - orang mikirnya aku pasti anak super. Pas masuk SD aku berimanjenasi jadi sosok Sherina dan Tasya yang sering nongol di TV. Nyanyi - nyanyi dan njoget - njoget di depan kaca dengan dandanan khas mereka. Nggak hanya itu, aku juga sering banget tampil nari di depan kaca, belakang panggung, ataupun depan panggung. Walau kek gitu tapi tetep aja, khayalanku buat nongol di TV masih jadi imajenasi ngga genah. 
Imanjinasi - imajinasi itu tak dapat lepas dalam hidupku, hingga detik ini. Ketika orang lain melihatku seperti ini, Dewika yang biasa - biasa saja, aku mengimajinasikan diriku adalah seorang aktris multitalenta yang hebat dan super. Ngak tau kenapa, yang pasti nggak gampang juga buat kayak gitu bahkan sekarang aku juga nggak nemuin hal itu pada diriku. Dewika sekarang ini lebih minder dan nggak PD tampil di depan. Alasannya, karena dia sekarang berubah menjadi seorang cewek yang jauh lebih anggun nan muslimah. Benar sih, muslimah harus anggun, tapi nggak berarti kehilangan identitas diriku. Yap bener banget, ngomong tu gampang! Aku harus berdiri dalam ribuan ton tanah masa lalu yang sumpek dan nyaris mengubur seluruh tubuhku, dan aku harus BANGUN sendiri. Aku tegas ngomong "NGGAK GAMPANG!" tapi mau sampai kapan ngomong kayak gitu? Sampai mulut ini benar - benar nggak bisa ngomong lagi? Atau sampai hidupmu jera melihat kehidupan yang kau jalani? Renungkan dan jalankan, nangis itu bukan solusi yang solutif .. .. ..

02 Oktober 2013

Good Bye, my Old Dream . . .

Masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika aku benar - benar gila dengan music dan bernyanyi. Tidak ada satu hari pun yang kulewatkan dengan musik. Pernah kubayangkan suatu saat nanti aku bernanyi di hadapan ratusan, ribuan, bahkan jutaan pasang mata di dunia, dan semua orang bertepuk tangan dengan riuhnya, dan ada lima orang di hadapanku yang tepuk tangannya paling terdengar di telingaku. Diantara gemuruhnya jutaan tangan yang berirama satu dengan lainnya, tepuk tangan merekalah yang paling merdu dan membuat ribuat semut yang menggigit lembutnya kulitku tiba - tiba hilang dan lenyap entah kemana. 
Masih ingat juga ketika Christina Aguilera, Birthney Spears, Agnes Monica, dan Rossa menyanyi dengan indahnya di televisi, dan aku hanya tersenyum simpul sambil terdiam sejenak. Apakah suatu saat nanti aku bisa seperti mereka? Suaraku akan menjadi ramuan positif penyejuk hati - hati yang terbakar api negatif. Laguku menjadi pelipur lara dan penghapus air mata kecewa insan - insan yang telah mati dalam kegalauan. Bait - bait lirik laguku menjadi salam cinta dan kasih sayang untuk jiwa - jiwa yang bergundah gulana.
Namun, sekali lagi semua itu hanya dalam ingatanku saja. Tak kumengerti juga, sejak beberapa waktu lalu tiba - tiba aku ragu - ragu dengan semua mimpiku itu. Saat banyak peluang untuk mencapai mimpik - mimpiku itu terbuka lebar selebar - lebarnya di depan mataku. Saat semua tenagaku sudah benar - benar terkumpul dengan kuatnya. Saat air mata kekecewaan ini sudah benar - benar kering tak berbekas, keraguan itu muncul dengan PDnya. Melemahkan semua otot - otot jiwaku yang menopang asa dan harapanku. Marah, benci, kecewa, dan tak berdaya mengerucut menjadi satu masalah yang bernama keraguan. 
Saat mata ini benar  benar lelah untuk memandang orang  - orang yang mulai jaya dengan suaranya, saat telinga ini lelah dengan suara - suara sumbang yang tak lebih bagus dari suaraku, saat tangan ini sudah mulai kaku dengan bahasa tubuh seorang penyanyi, dan kaki ini nyaris sudah tak sanggup lagi merasakan aura panggung yang dahsyat, aku hanya bisa terpaku melihat diriku kini yang mulai tak sanggup lagi enghela nafas untuk kehidupan yang tak tentu benar atau salahnya.
Aku baru tersadar, bahwa terkadang setan memang lebih sering membuatku terjatuh dengan pujian - pujian gombal mengatasnamakan suaraku yang dahsyat atau membahana. Aku terlalu sombong dan percaya diri dengan apa yang diberikan Allah SWT dengan gratis untukku. Padahal aku hanya diberi, aku hanya dipinjami untuk digunaan seperlunya, bukan untuk ditunjukkan pada dunia agar dunia tahu bahwa aku memunyai kelebihan.... .... 
Maafkan aku mimpiku, aku harus rela melepasmu perlahan - lahan, dan hanya bisa berdo'a jika ini yang terbaik maka Allah sendirilah yang akan mengabulkan mimpi - mimpimu itu, dengan cara - Nya, dengan kuasa - Nya, yang terindah dan terbaik .. .. .. . .. 

19 September 2013

To be Continued




Seva and Ayala are bestfriend. They have close relationship since sat in the first grade in junior high school. Now, Ayala studies at Brilliant University and Sava studies at Glad University. In the nice morning, they decide to have a private meeting at the secret garden.
Seva      : “ Ayala, I have a great news!” she smiles at Ayala.
Ayala     : “ About?” she’s curious.
Seva      : “ My, boyfriend...” she prouds.
Ayala     : “ Ummm .. OK” just make Seva glad.
Seva      : “ Do you know, his parents have given him a new car.”
Ayala     : “ So?”
Seva      : “ What did you mean with so?”
Ayala     : “ You will tell about your boyfriend, but why do you tell his parents?”
Seva      : “ So, im I wrong?”
Ayala     : “ I think yes!”
Seva      : “ Hey, what happen with you? You want it.”
Ayala     : “I never thinking about that.. I’m sorry, just want you to wake up from your long dream. Look at my eyes.. I want you to open your eyes, He just want you to know about.....”
Seva      : “ Hey, don’t be suudzon!”
Ayala     : “ Okke ... I love you more than him.”
Seva      : “ What do you mean? Let me alone ... “
Ayala     : “ Because I don’t want you will be hurted.”
___________________________________________________________________________________


18 September 2013

tak ada judulnya .. ..



Subhanallah … ..Lisan mu terjaga dengan kalimat – kalimat yang baik lagi indah yaa ..
mmmmm ….
Memang sempat terbesit di benakku tentangmu, namun tenang saja …. …. 
aku tak menyimpanmu dalam hati, karena aku tak ingin mengotori hatimu …
Sebenarnya, aku juga tak ingin mengotori hatiku, tapi hati ini sudah terlanjur kotor, dan .. … 
ini baru akan dibersihkan, tapi sedikit demi sedikit, tak bisa langsung bersih .. … 
Kasian kamu kalau harus bergabung jadi satu dalam ruang yang kotor lagi banyak noda. .

Memandangmu saja, aku takut .. .. ..
Keimananmu yang melindungimu dari pandangan - pandangan yang tak halal.. ...
Takut jika pandangan ini membawa keburukan bagimu,
Takut jika pandangan ini kau ketahui dan menjadi dosa bagimu, 

Jangan GR dulu .. ..
InsyaAllah, aku beriman juga.. .. bukan seorang yang 'buruk banget' InsyaAllah .. ..
Kamu pasti mencari perempuan terbaik, perempuan yang tidak dipandang dan tidak memandang .. 

Iya kan?
Emm .. ..
Mana mungkin aku nggak dipandang,, ,,
Aku sering tampil di depan banyak orang, fotoku banyaaaak tersebar, yaa… walaupun aku bukan seorang artis .. .. tapi calon artis .. .. :D

Kamu pasti mencari perhiasan terbaik bukan?
Aku mau jadi perhiasan terbaik, tapi … … ….
Nanti yaa .. .. aku masih memperbaiki diri, tapi ..........
 jangan salahkan jika suatu saat ada seorang yang solih, taat pada dan cinta pada Allah melebihi apapun yang ada di dunia, mampu juga, baik juga, pinter juga, datang padaku, lalu …. …. ….

Aku hanya yakin, bahwa Allah akan memberikanku yang terindah, dan yang terbaik ,,, ,,,
Dan jika yang terbaik itu kamu……………………... ..  aduh lupa mau nulis apa .. .. .. 


Aku memang harus memilih, karena Imam hanyalah satu seumur hidup, untuk satu makmum yang halal, hanya satu.. ..
Karena Imamku, akan kuikuti kemanapun langkahnya dan kemanapun aku akan dibawanya .. .. Dia salah satu yang bisa membawaku ke surga atau ke _________ 

Ini bukan catatan galau, hanya catatan mantan galauers yang mencari jalan terbaik .... .. .. .... :)