search

31 Oktober 2013

Crying, the Side of Your Strength

Sempat berpikir keras mengapa aku harus benar - benar memulai semua yang baik - baik ... Banyak hal alasannya :
1. Karena aku nggak tau kapan Allah ingin aku kembali pada Nya.
2. Karena aku ingin melihat Ibu, ayah, kedua kakakku, dan keluargaku bahagia dunia akhirat.
3. Karena aku ingin mendapatkan suami yang solih, baik akhlaknya dan paham agama.
4. Karena aku ingin menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain.
5. Karena aku ingin banyak orang ang datang, menyolatkan, dan mendoakanku saat aku meninggal.
Taak mudah memang, banyak banget hal- hal yang tak bisa kuprediksi dengan mengandalkan kerja otak. Butuh hati yang jernih dalam meluruska niat ini. Jatuh bangun. kuat lemah iman adalah bumbu yang menghiasi hari - hariku untuk menjadi seorang yang baru. Dulu berpikirnya ingin menyempurnakan diri sebagai muslimah setelah nikah nanti, tapi pertanyaannya, cukupkah waktuku? Orang bilang aku nggak realitis! Bener sih, aku udah dari kecil menjadi orang yang nggak realistis. Pas masih usia 3 tahun aja selalu bilang ke bunda biar dimasukin TK. Karena bunda kasian aku bener - bener dimasukkan deh, dan aku selalu terbayang - bayang menjadi tokoh peri penyelamat yang baik hatinya. So, kalau ada temen yang dinakali aku selalu nolongin dia. Terlihat bodoh mungkin, karena aku bener - bener masih kecil banget. Akhirnya, aku malah suruh nglanjutin aja karena udah pinter baca. Orang - orang mikirnya aku pasti anak super. Pas masuk SD aku berimanjenasi jadi sosok Sherina dan Tasya yang sering nongol di TV. Nyanyi - nyanyi dan njoget - njoget di depan kaca dengan dandanan khas mereka. Nggak hanya itu, aku juga sering banget tampil nari di depan kaca, belakang panggung, ataupun depan panggung. Walau kek gitu tapi tetep aja, khayalanku buat nongol di TV masih jadi imajenasi ngga genah. 
Imanjinasi - imajinasi itu tak dapat lepas dalam hidupku, hingga detik ini. Ketika orang lain melihatku seperti ini, Dewika yang biasa - biasa saja, aku mengimajinasikan diriku adalah seorang aktris multitalenta yang hebat dan super. Ngak tau kenapa, yang pasti nggak gampang juga buat kayak gitu bahkan sekarang aku juga nggak nemuin hal itu pada diriku. Dewika sekarang ini lebih minder dan nggak PD tampil di depan. Alasannya, karena dia sekarang berubah menjadi seorang cewek yang jauh lebih anggun nan muslimah. Benar sih, muslimah harus anggun, tapi nggak berarti kehilangan identitas diriku. Yap bener banget, ngomong tu gampang! Aku harus berdiri dalam ribuan ton tanah masa lalu yang sumpek dan nyaris mengubur seluruh tubuhku, dan aku harus BANGUN sendiri. Aku tegas ngomong "NGGAK GAMPANG!" tapi mau sampai kapan ngomong kayak gitu? Sampai mulut ini benar - benar nggak bisa ngomong lagi? Atau sampai hidupmu jera melihat kehidupan yang kau jalani? Renungkan dan jalankan, nangis itu bukan solusi yang solutif .. .. ..

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking