07 Mei 2013

You're my Everything :)


Bismillah ….
Segala puji bagi Allah, yang melahirkanku dari rahim seorang Ibu luar biasa, tangguh, cantik, tegar, sabar dan lembut….. Segala puji bagi Allah yang mengizinkanku menikmati hangatnya cinta dan kasih sayang bidadari terindah di bumi ini …..
Berjuta lembar kertas tak akan cukup untuk mengungkapkan rasa bahagiaku karena memiliki beliau ….
Aku jarang bahkan tak pernah melihat airmata beliau tumpah di hadapanku. Beliau memang pernah bercerita tentang keluh kesah dan kelelahan padaku, tapi tanpa hiasan airmata sedikitpun. Malahan aku yang menangis….
Menangis, karena hanya bisa menjadi penonton,  pendengar, yang tak bisa berbuat apa - apa. Menangis, karena hanya bisa menghibur namun tak bisa melepaskan kesedihan itu.  
 Pernah dalam suatu malam yang sunyi dan penuh cahaya Ilahi, yaitu sepertiga malam terakhir, aku terbangun mendengar munajat yang indah dari beliau. Belum pernah sebelumnya aku mendengar dan melihat airmata kesedihan yang sedahsyat itu. Beliau bermunajat pada Allah yang maha Pemurah. Aku mendengar bisik - bisik cerita beliau dengan lirih dan menyentuh hati.
“ Ya Allah, berikanlah kekuatan hamba Mu yang lemah ini, berikan ketegaran, kesabaran dan kemudahan dalam berjalan di jalan Mu ini. Berikan aku kesehatan agar ragaku senantiasa kuat untuk melindungi anakku dari bahaya. Mudahkanlah rezekiku agar aku bisa mewujudkan mimpi anakku. Kuatkanlah imanku agar aku bisa menuntun anak - anakku, keluargaku ke jalan yang benar agar semakin dekat dengan Mu. Biarkan airmata ini senantiasa ku simpan dalam tempat yang tak mungkin terlihat oleh mata manusia Yaa Rabb , agar menjadi mutiara pelebur dosa - dosa yang hamba lakukan selama ini. Ampunilah hamba ya Allah yang hanya sering bercerita tentang keluh kesahku ini pada Mu. Aku tak ingin anak - anakku melihat apalagi merasakan beban ini Ya Allah, maka kuatkanlah … Berikan hamba kesabaran ya Allah …. Aamiin.. Aamiin … Yaa Rabbal Alamiin.”
Doa beliau memecah keheningan malam.  Dan tanpa ku sadari, air mataku mulai menetes dengan lembut.  Kemana saja aku selama ini? Aku tak pernah tau apalagi memahami apa yang ibu rasakan. Aku tak bisa meringankan beban yang ada di pundaknya, bahkan mungkin aku hanya semakin memberatkan beban beliau. Sejak saat itu, atas izin Allah dengan cinta dan kasih sayang Nya, aku mencoba untuk semakin memahami ibu. Ibu yang luar biasa. Ibu yang tak pernah menginginkan anaknya menderita.
“When I open my eyes, there is my Ibu has opened her eyes, she is earlier open her eyes to send many of do’a, for me, herself and all families”.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking